Pemerintahan

Proyek Kereta Bandara Dihujani Kritik

Presiden Joko Widodo bersama menterinya menaiki kereta bandara

MONITOR, Jakarta - Kereta bandara dengan rute perjalanan mulai dari Stasiun Manggarai - Sudirman Baru - Duri - Batu Ceper - Bandara Soekarno-Hatta sudah resmi beroperasi. Dengan menempuh durasi kurang lebih 54 menit, masyarakat bisa menjangkau perjalanan menuju bandara Soekarno Hatta.

Terkait proyek unggulan ini, Presiden Joko Widodo berkali-kali mengajak agar para penumpang maskapai penerbangan beralih memanfaatkan moda transportasi itu demi mengurai kemacetan.

"Ayo, naik kereta untuk mengurangi kemacetan dan hemat waktu," ujar Jokowi, saat mencoba menaiki kereta bandara bersama para menterinya.

Kebijakan cemerlang Jokowi ini pun menorehkan pujian dari banyak masyarakat. Sebagian besar menyambut baik dan meminta Jokowi melanjutkan kembali masa baktinya di periode mendatang. Seperti yang dikatakan netizen atas nama @fortunato355: Mantap, barusan saya searching railink yang di Medan. Sebagai perbandingan, tarif KA Bandara di sana Rp. 100 ribu dengan waktu tempuh HANYA 30 menit. Padahal di sana tidak terlalu macet, Tarif damri pun hanya 20 ribu. Bandingkan dengan Jakarta yang HANYA 70 ribu dengan waktu tempuh hampir 1 jam serta dapat menghindari kejamnya macet di jakarta. Ini proyek luar biasa. Salut. 2 Periode pak!

Namun adapula masyarakat yang merasa proyek tersebut belum mampu menjangkau masyarakat menengah kebawah. Pasalnya harga tiket kereta bandara saat ini senilai Rp70 ribu. Harga tersebut, dikatakan hanya mampu dinikmati kalangan berada saja.

Seperti yang dilontarkan akun bernama @yesikatragn: Pak presiden, saya sangat mendukung program ini. tapi saya menyarankan agar tarifnya dikurangkan,agar masyarakat menengah kebawah dapat merasakan fasilitas nya juga.trima kasih.

Begitupun lainnya, ada yang berkomentar mengenai dampak buruk bagi moda transportasi lain seperti bus DAMRI atau taksi online.

@adrianrm89: Kalo harganya murah, bus semacam Damri bisa gulung tikar. Ada plus minusnya kereta bandara ini. Kalo yg ga mau macet2an dan ingin tepat waktu ya naik kereta, kalo mau murah ya naik Damri atau taksi online dengan resiko macet dan bisa ketinggalan pesawat. Dan harga 70rb masih realistis. Masih lebih murah daripada harga tiket kereta bandara Kualanamu Medan.

@robinmandagie: pak harganya turunin dong pak.. mbok ya 30rb-50rb.. kita sebenernya cuma butuh KRL sampai bandara aja udah seneng pak.. buat apa ada kereta bandara tapi mahal sekali harganya.

Sementara itu, adapula yang meminta agar pembangunan proyek tersebut dibarengi dengan infrastruktur lainnya.

@ayu_tinga04: Dengan gencarnya pemerintah dalam pembangunan infrastruktur. Tidak di dukung sarana yang memadai. Misalnya pembangunan jalan tol di nganjuk. Dengan jalan pendukung yang kurang memadai akhirnya banyak jalan di kabupaten tersebut hancur bagaikan lumpur dalam sawah. Mohon pak joko memperhatikan.

(tsar)