Peristiwa

Munas FKDMI Kokohkan Peran Dai Muda Mengawal NKRI

Pengurus Pusat FKDMI

MONITOR, Jakarta - Ratusan dai muda dari berbagai wilayah Indonesia berkumpul di Pusat Pemberdayaan Pemuda dan Olahraga Nasional (PP PON) Kementerian Pemuda dan Olahraga, Cibubur, Jakarta Timur, Rabu (20/12).

Mereka berkonsolidasi dalam Munas Forum Komunikasi Dai Muda Indonesia (FKDMI) ke-IV yang bertema “Meneguhkan dan Mengembangkan Peran Da'i Muda dalam Menjaga Keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia”.

Moh Nur Huda, Ketua SC Munas IV FKDMI yang juga Sekretaris Jendral FKDMI mengatakan munas bertujuan mengkonsolidasikan antar dai muda seluruh daerah Indonesia agar maksimal dalam berdakwah dalam bingkai NKRI.

“Maksimal dalam menyampaikan dakwah Islam yang rahmatan lil alamin dan bagaimana setiap individu Da'i muda bisa mengembangkan dirinya di era globalisasi dan teknologi saat ini. berkembang jadi Da'i zaman now istilahnya” ujar Huda pada MONITOR, Rabu (20/12).

Hal sama juga disampaikan oleh Ketua Umum FKDMI 2013-2017, Ibrahim Ahmad Faqih, yang menyinggung peran dai merespons tantangan dakwah menggunakan teknologi informasi dan komunikasi.

Menurut Ibrahim tantangan Dai saat ini semakin berat dan kompleks di tengah kehidupan berbangsa yang terus dirongrong oleh pihak-pihak tertentu yang ingin memecah belah NKRI dan kesatuan umat Islam Indonesia.

“FKDMI yang dimulai dari forum calon dai muda Indonesia yang dulu diinisiasi Kementerian Agama, saat ini menghadapi tantangan berat. Kita saat ini dihadapkan pada tantangan global yang serba terbuka dan kita pun harus bisa menyesuaikan dan menselaraskannya dengan metode dakwah keislaman plus kebangsaan,” Ibrahim.

Persoalan beberapa kali diundurnya agenda Munas FKDMI juga disinggung olehnya, yang menyampaikan permohonan maaf pada pengurus cabang dan wilayah FKDMI. Ia beralasan terjadinya pengunduran acara karena persoalan klasik pendanaan.

“Persoalan dana juga terkadang menghambat langkah dakwah kita, sehingga terpaksa pun beberapa kali agenda Munas ini sempat diundur-undur. Hampir empat tahun kita tidak pernah diperhatikan oleh Kementerian Agama yang awalnya adalah pendukung utama berdirinya FKDMI ini,” ungkapnya menyentil perwakilan dari Kementerian Agama yang hadir pada pembukaan acara tersebut.

Munas FKDMI dihadiri oleh Ketua MPR RI, Perwakilan Kementerian Agama, Kementerian Pemuda dan Olahrga, dan perwakilan Polri serta ormas dan OKP lainnya. Dalam moment tersebut juga dideklarasikan dukungan FKDMI dan seluruh komponen anak bangsa pada 'Aksi Bela Palestina'.

Dalam munas berkumpul perwakilan dai dari Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi. Juga hadir perwakilan dai Maluku, Bali, Nusa Tenggara, dan Papua.

(azn)

Terpopuler