Bali-Nusa Dua

Selama Natal, Pemerintah Cegah Kelangkaan Stok Kebutuhan Pokok di NTT

ilustrasi gambar

MONITOR Kupang - Melanjutkan pemantauan harga dan barang kebutuhan pokok (bapok menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), Kementerian Perdagangan secara intensif turun ke pasar untuk mengecek harga dan pasokan bapok. Staf Ahli Menteri Perdagangan Bidang Iklim Usaha dan Hubungan Antar Lembaga, Suhanto memantau harga dan pasokan bapok di Pasar Naikoten Kupang dan Gudang Bulog Divre Nusa Tenggara Timur (NTT .

Berdasarkan hasil pemantauan hari ini, rata-rata harga bapok di Pasar Naikoten relatif stabil. Harga-harga yang terpantau stabil antara lain, beras premium Rp 10.000-12.000/kg, gula pasir Rp 12.500/kg, cabai merah keriting Rp 20.000/kg, bawang merah Rp 20.000-25.000/kg, dan bawang putih Rp 25.000-30.000/kg.

&ldquo Bahkan daging sapi segar dengan kualitas bagus dijual dengan harga Rp 90.000/kg, paling murah dibanding kota-kota lain di Indonesia,” ujar Suhanto.

Ada sedikit kenaikan pada harga telur ayam, yaitu dari Rp 48.000 menjadi Rp 51.000/rak dan daging  ayam dari Rp 30.000 menjadi Rp 35.000/ekor. Suhanto menjelaskan bahwa saat ini Tim Satgas Pangan sedang melakukan penelitian terhadap kenaikannya, apakah dari DOC, pakan, atau vaksinnya

Tak hanya ke pasar rakyat, Suhanto bersama Kepala Pusat Penganekaragaman dan Konsumsi Pangan Kementerian Pertanian, Tri Agustin Satriani; Kepala Bulog Divre NTT, Efdal Marilius Sulaiman dan Kepala Bank Indonesia NTT, Naek Tigor Sinaga juga melakukan peninjauan ke Gudang Bulog Divre NTT.

&ldquo Di sini, tersedia stok beras, gula pasir, minyak goreng, dan bawang putih cukup untuk 4 bulan ke depan sehingga masyarakat tidak perlu khawatir,” jelas Suhanto.

Sebelumnya, Suhanto bersama Gubernur NTT, Frans Lebu Raya dan Tri Agustin Satriani memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Kesiapan Bapok Menghadapi Natal 2017 dan Tahun Baru 2018 di Kantor Gubernur NTT. Rakor ini turut dihadiri oleh perwakilan dari Pemerintah Daerah di Provinsi NTT, Tim Satgas Pangan, Tim Pengendalian Inflasi Daerah NTT, serta para pelaku usaha dan distributor.

Pada rakor tersebut, Suhanto menegaskan keseriusan Pemerintah dalam mengawal pasokan, distribusi dan stabilitas harga bapok. “Kita harus terus berkoordinasi dengan daerah agar tidak terjadi kelangkaan pasokan barang kebutuhan pokok,” tegas Suhanto.

Suhanto juga mengimbau kepada para pelaku usaha untuk tidak menaikkan harga secara tidak wajar dan tidak menimbun barang dalam rangka spekulasi. “Pemerintah akan bersikap tegas terhadap semua pelanggaran,” tambahnya.

(tsar)