Internasional

Hamas Desak Warga Palestina Rebut Yerusalem Tanpa Upaya Damai

Ilustrasi gambar: demonstrasi warga Gaza (Dawn)

MONITOR, Gaza - Organisasi Islam Hamas mendesak warga Pelestina untuk meninggalkan upaya damai dan melancarkan pemberontakan baru melawan Israel, Kamis (7/12). Desakan tersebut menyusul pengakuan Presiden AS Donald Trump atas Yerusalem sebagai Ibukota Israel.

Dilansir Reuters, hal itu membuat militer Israel bersiaga memperkuat pasukannya di Tepi Barat yang mereka duduki, menyiagakan beberapa batalyon tentara baru dan menempatkan pasukan lain dalam keadaan standby.

Protes yang dilancarkan warga Palestina sejauh ini tersebar di sejumlah titik dan sebagian besar tanpa kekerasan.

Namun, dilaporkan puluhan warga Palestina berkumpul di dua titik pagar perbatasan Gaza dengan Israel dan melemparkan batu ke tentatara yang berjaga di sisi lain. Di dalam Gaza, ribuan warga Palestina berkumpul, beberapa meneriakkan protesnya terhadap keputusan Trump.

"Kita harus merebut, dan kita harus mengambulnya dan kita harus bekerja untuk melucurkan sebuah intifada (perlawanan Palestina) dalam menghadapi musuh Zionis," kata Pemimpin Hamas Ismail Haniyeh dalam sebuah pidato di Gaza, seperti dikutip Reuters.

Selain seruan Hamas, seorang ajudan Presiden Palestina, Naser Al Qidaw dan pejabat senior partai Fath mendesak warga Palestina untuk melakukan demonstrasi, namun tetap berjalan damai tanpa kekerasan.

Israel mengaggap Yerusalem sebagai ibukota abadai dan tak terpisahkan. Sebaliknya Warga Palestina berharap ibukota negara merdeka mereka berada di sektor timur kota tersebut, yang direbut Israel dalam perang Timur Tengah 1967 silam, pencaplokan tersebut tidak pernah diakui secara internasional.

(hans)

Terpopuler