Bisnis

Mesir Dianggap Pasar Paling Potensial bagi Indonesia

Dirjen PEN Kemendag Arlinda

MONITOR Jakarta - Pada tahun 3016, total perdagangan Indonesia-Mesir telah mencapai USD 1,46 miliar dengan nilai ekspor Indonesia sebesar USD 1,1 miliar dan impor USD 352 juta. Dengan demikian Indonesia surplus USD 758,3 juta.

Sementara itu, total perdagangan kedua negara periode Januari-September 2017 tercatat mencapai USD 1,12 juta atau surplus bagi Indonesia sebesar USD 726,10 juta.

Ekspor utama Indonesia ke Mesir yaitu palm oil, yarn of artificial staple fibres, margarine, coffee, pneumatic tires of rubber, coconut (copra), dan uncoated paper. Sedangkan impor utama Indonesia dari Mesir meliputi mineral/chemical fertilizers, aluminum calcium phosphates, molasses from the extraction of sugar, dates, dan citrus fruit.

Selama periode 2011-2016 nilai investasi Mesir di Indonesia tercatat sebanyak 30 proyek dengan nilai investasi sebesar USD 4,32 juta. Sedangkan pada tahun 2017 (Q3) investasi Mesir tercatat sebanyak 11 proyek senilai USD 474,20 ribu. Investasi utama Mesir yaitu di sektor industri (tekstil, kayu, kertas) dan sektor jasa (perdagangan dan reparasi, serta hotel dan restoran).

"Misi dagang ini juga merupakan kesinambungan dari misi dagang ke pasar non tradisional lainnya yang dilakukan Kemendag sebelumnya, yaitu ke Afrika Selatan dan Nigeria pada 20-26 Juli 2017 lalu.

Selain itu, dengan penduduk sebanyak 104 juta jiwa, Mesir merupakan pasar yang sangat potensial," tandas Arlinda.

Diketahui, dalam pertemuan tersebut akan dilakukan rangkaian misi dagang ini. Para pelaku usaha dijadwalkan bertemu dan berinteraksi dengan mitra bisnisnya dalam kegiatan Forum Bisnis dan One On One Business Matching. Para pelaku usaha juga akan mengunjungi importir kopi di Mesir.

Selain itu, Arlinda dijadwalkan bertemu dengan First Undersecretary, Trade Agreement Sector, Ministry of Trade Mesir, Saied Abdallah. Pertemuan ini dimaksudkan untuk terus mempererat hubungan bilateral kedua negara.

Saat ini Mesir menempati urutan ke-1 sebagai negara tujuan ekspor Indonesia ke benua Afrika, atau menempati urutan ke-26 tujuan ekspor Indonesia ke dunia. Sedangkan sebagai negara sumber impor Indonesia dari benua Afrika, Mesir menempati urutan ke-3 Afrika, atau menempati urutan ke-36 sebagai sumber impor Indonesia dari dunia

"Dengan misi dagang ini, diharapkan dapat meminimalisasi hambatan perdagangan yang ada, sehingga ekspor ke Mesir pada khususnya, dan ekspor ke negara-negara nontradisional pada umumnya dapat terus meningkat," pungkas Arlinda.

(tsar)