Pemerintahan

Menkes Dorong Industri Farmasi Berinovasi

Menteri Kesehatan RI Nila Djuwita Moeloek

MONITOR, Jakarta - Industri farmasi perlu melakukan inovasi. Hal demikian disampaikan Menteri Kesehatan Nila Moeloek saat meresmikan pabrik farmasi PT ETHICA di Cikarang, Jawa Barat, baru-baru ini.

Nila lantas mendorong, agar industri farmasi di Tanah Air mampu memproduksi produk suplemen herbal sebagai salah satu produk inovasi yang memiliki potensi besar di Indonesia.

keberadaan konsumsi suplemen herbal, kata Nila, jauh lebih digunakan banyak kalangan dibandingkan dengan produk obat-obatan atau antibiotik yang hanya digunakan oleh orang sakit.

Ia mencontohkan, dirinya yang kerap mengonsumsi dua kapsul berisi bubuk temulawak sebagai suplemen kesehatan tubuh setiap hari.

"Kalau kita minum dua, setahun ada 365 hari dikali dua, sudah menjual 730 kapsul. Tapi kalau saya sakit, mau tidak mau minum antibiotik. Berapa kapsul yang saya minum, paling banyak 10," terang Nila.

Ia mendorong pada pelaku industri farmasi untuk tidak berfokus pada produk obat-obatan, namun produk kesehatan secara keseluruhan termasuk promotif dan preventif.

(tsar)