Seni Budaya

Mensos : Ayo Cintai dan Lestarikan Kesenian Tradisional

Menteri Sosial RI Khofifah Indar Parawansa melihat-lihat kesenian wayang

MONITOR, Jakarta - Tantangan budaya Indonesia di tengah arus globalisasi kian terlihat jelas. Harus diakui, generasi muda saat ini lebih banyak mengenal produk budaya impor dibandingkan lokal. Seperti kesenian wayang, warisan budaya satu ini hampir jarang disentuh generasi muda Indonesia.

Menyadari hal ini, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa menyatakan bahwa seni pewayangan mengandung banyak nilai-nilai sosial. Didalamnya, kata Khofifah, berisikan pesan moral dan keteladanan dari tokoh pewayangan.

"Banyak nilai moral kehidupan dan keteladanan yang bisa diambil dari tokoh-tokoh pewayangan yang notabene adalah kesenian asli Indonesia. Pun, dengan berbagai kisahnya yang selalu mengajak masyarakat untuk berbuat baik dalam semangat amar ma’ruf nahi mungkar," ucap Khofifah, seperti pantauan Monitor dari akun Instagram @khofifah.ip, Kamis (16/11).

Menteri asal Jawa Timur ini mencontohkan, banyak nilai yang bisa diambil melalui peran tokoh pewayangan. Misalnya tokoh Punakawan (Semar, Gareng, Petruk, Bagong) yang kerap menjadi simbol kebahagiaan, kepemimpinan, kebijaksanaan, dan keselamatan dalam pewayangan.

"Artinya, pertunjukan wayang, bukan cuma sekedar tontonan namun juga tuntunan yang membawa misi dakwah, pendidikan, pemahaman filsafat, hingga perjuangan yang dikemas apik dalam seni pertunjukan," demikian Khofifah menjelaskan.

Selanjutnya, Khofifah mengajak masyarakat khususnya generasi muda untuk terus melestarikan warisan leluhur tersebut. Ia tak ingin kesenangan anak-anak negeri ini terhadap budaya luar melebihi cintanya pada warisan budaya negeri sendiri.

"Ayo, cintai dan terus lestarikan kesenian tradisional warisan leluhur ini. Jangan sampai, seni wayang kulit kalah pamor dengan konser bintang K-Pop seperti G-Dragon, Super Junior, dan EXO," ajak Khofifah.

(tsar)

Terpopuler