Parlemen

PR Pengembangan Energi Baru Terbarukan di Indonesia

Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Stya Widya Yudha

MONITOR, Jakarta - Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Satya Widya Yudha menegaskan bahwa pekerjaan rumah (PR) pemerintah dalam mewujudkan target bauran energi baru terbarukan (EBT) di Indonesia adalah ihwal harga dan kebijakan yang menunjang.

“Ya, jadi PR nya dalam pengembangan EBT itu harga dan penunjangan kebijakan yang berpihak,” ujarnya kepada Monitor, Senin (13/11).

Politikus Golkar itu menyatakan bahwa DPR mendukung target bauran EBT yang dicanangkan Pemerintah, dalam hal ini Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Namun, sambung Satya, yang perlu diperhatikan sekarang adalah masalah harga yang masih menjadi tantangan.

“Untuk ketahanan energi betul kita mendukung EBT untuk ketahanan energi, kita walaupun masalah harga masih menjadi tantangan kedepan,” tambahnya.

Seperti diketahui, baru-baru ini Menteri ESDM Ignasius Jonan mengatakan bahwa sejauh ini bauran EBT dalam pembangkit listrik dan kendaraan itu harganya cukup kompetitif.

Menanggapinya, Satya menyatakan bahwa perlu juga keberpihakan terhadap EBT dari sisi kebijakan. Sehingga, harga yang kompetitif tersebut akan diiringi dengan investasi yang berkembang dan ditunjang oleh kebijakan yang berpihak.

“Kompetitif boleh saja tetapi harus ada keberpihakan ke EBT Kita minta investasi berkembang disektor EBT tentunya ditunjang dg kebijakan yg berpihak,” terangnya.

(ah)