Bisnis

Indonesia Pertegas Komitmen Jelang Implementasi MEA 2025

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita bersama Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution di forum MEA

MONITOR, Manila - Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menegaskan bahwa Indonesia telah memberi bukti kepada ASEAN atas kesiapan dan komitmen dalam Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Penegasan ini disampaikan usai mendampingi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution untuk membahas pemantauan dan evaluasi implementasi cetak biru MEA 2025 dalam Pertemuan ASEAN Economic Community Council (AECC) ke-15. Pertemuan berlangsung hari Minggu (12/11) di Manila, Filipina.

“Komitmen Indonesia terhadap MEA ditunjukkan melalui pencapaian implementasi tertinggi atas Prioritas Tahunan MEA pada tahun 2017 dibandingkan dengan Negara anggota ASEAN lainnya, meskipun masih sekitar 60% versus rata-rata ASEAN yang baru mencapai 52%,” ujar Enggar.

Mendag berharap pencapaian ini akan terus meningkat. “Diharapkan pencapaian implementasi Prioritas Tahunan di ASEAN terus meningkat hingga akhir tahun ini sebagai bukti kesungguhan integrasi ekonomi ASEAN terutama pada usianya yang ke-50,” tambahnya.

Dalam masa keketuaan Filipina kali ini, ASEAN berhasil menyelesaikan 11 inisiatif prioritas ekonomi ASEAN (economic priority deliverables), antara lain ASEAN Roll-on Roll-off Davao–General Santos–Bitung, bisnis inklusif, Work Program e-Commerce 2017-2025, dan ASEAN Seamless Trade Facilitation
Indicator. Menurut Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional Iman Pambagyo, ada beberapa isu penting yang menjadi catatan ke depan bagi ASEAN.

“ASEAN harus terus memperkuat kerja sama lintas sektor dan lintas pilar untuk mencapai implementasi MEA 2025, antara lain e-Commerce, Good Regulatory Practices, Global Value Chain (GVC), ASEAN Food Safety Regulatory Framework, dan ASEAN Business Travel Card,” jelasnya.

Saat ini, perekonomian ASEAN merupakan terbesar ke-6 di dunia dan ke-3 di Asia, dengan total PDB sebesar USD 2,55 triliun pada tahun 2016. Proyeksi pertumbuhan ekonomi ASEAN mencapai 5% pada tahun 2017 dan 5,1% tahun 2018. Nilai perdagangan barang ASEAN-dunia mencapai USD 2,24 triliun, dengan 23,1% diantaranya merupakan perdagangan intra-ASEAN. Sedangkan investasi ke ASEAN mencapai USD 98 miliar pada tahun 2016, dan 25% di antaranya merupakan investasi intra-ASEAN.

(tsar)