Politik

Pengamat Politik : Jangan Eksploitasi Isu Sara di Pilkada 2018

Direktur Eksekutif Emrus Corner, Emrus Sihombing

MONITOR, Jakarta - Pengamat Politik dari Universitas Pelita Harapan Emrus Sihombing memprediksi kontestasi politik Pilkada 2018 mendatang bakal memanas. Menurutnya para kandidat akan bersaing ketat dalam adu visi, misi dan program yang diunggulkan.

Sekalipun ketat, Emrus menyatakan agar para pemangku kepentingan menghindari praktik-praktik politik yang mengekploitasi isu Sara. Sebab selama ini, keberlangsungan Pilkada kerap diwarnai oleh propaganda nan berbau Sara.

"Utamanya lembaga-lembaga pemilu, Kemendagri, pemerintah daerah, semua partai dan teman-teman anggota DPR RI dan seluruh rakyat Indonesia, harus bersama-sama menolak komunikasi politik yang mengeksploitasi SARA dalam bentuk apa pun," ujar Emrus Sihombing dalam keterangan pers yang diterima Redaksi Monitor, Rabu (20/9).

Direktur Eksekutif Emrus Corner ini berharap, dalam Pilkada mendatang para pihak yang terkait bisa lebih bijak. Para kandidat dan tim suksesnya harus mampu bersaing dalam visi misi yang diusung, bukan mengeksploitasi isu Sara untuk menjatuhkan lawannya.

"Tentunya harapan kita, persaingan itu sejatinya adu visi, misi, program dan pasangan sosok yang diusung. Bukan mengeksploitasi isu SARA sebagai komoditas politik, seperti terjadi di suatu daerah pada Pilkada 2017 yang baru saja berlalu," terang Emrus.

Menurut dia, mengekspolitasi isu SARA merupakan tindakan yang keji. Selain bertentangan dengan nilai Pancasila, hal ini menunjukkan ketidakdewasaan politik dan ketidakpercayaan diri para pelakunya.

(tsar)