Pendidikan

Pesan Jokowi untuk Pramuka Ma'arif NU

Presiden Joko Widodo (Jokowi) membuka Perkemahan Wirakarya Pramuka Ma'arif NU Nasional (PERWIMANAS) II, di lapangan tembak Akademi Militer, Magelang, Jawa Tengah, Senin (18/9) pagi.

MONITOR, Magelang - Presiden Joko Widodo (Jokowi) membuka Perkemahan Wirakarya Pramuka Ma'arif NU Nasional (PERWIMANAS) II, di lapangan tembak Akademi Militer, Magelang, Jawa Tengah, Senin (18/9) pagi. Dalam sambutannya, Presiden RI ke-7 itu mengemukakan, bahwa tantangan keterbukaan saat ini adalah media sosial yang sangat terbuka.

Menurutnya, semua orang boleh mengabarkan apa saja. Yang baik-baik dikabarkan, boleh. Yang positif-positif dikatakan, sangat baik.

“Tetapi juga jangan lupa di media sosial sekarang yang jelek-jelek, yang menjelekkan, yang negatif, yang fitnah yang mencela, yang hoax, yang kabar bohong. Kejujuran menjadi tantangan kita ke depan," ujarnya.

Presiden Jokowi menegaskan, bahwa kita juga dihadapkan dengan makin maraknya narkoba yang jenisnya bermacam-macam. Oleh sebab itu ia mengajak semuanya untuk menyadari bahwa tantangan-tantangan itu ada di depan kita.

“Bagaimana kita beradu cepat dengan negara lain, kalau tidak ya, kita akan ditinggal. Bagaimana kita beradu inovasi dengan negara yang lain. Kalau tidak kita juga akan ditinggal. Bagaimana kita beradu kreatifitas, kalau tidak kita kreatif ya kita akan ditinggal,” katanya.

Dengan sebuah pondasi karakter yang baik, lanjut Presiden Pramuka Ma'arif NU akan mampu menatap masa depan, memenangkan persaingan, memenangkan persaingan, memenangkan kompetisi karena basickarakter itu sudah ada.

“Tinggal disuntik dikit-dikit,” ujarnya.

Presiden mengajak para Pramuka Ma'arif NU bersiap diri menghadapi tantangan-tantangan perubahan yang datang begitu cepat, dimana perubahan dan inovasi teknologi terjadi setiap saat setiap jam, setiap menit, setiap detik, selalu ada perubahan.

Ia mengingatkan, jika kita tidak cepat menyiapkan diri, jika kita tidak melakukan terobosan- terobosan, lompatan-lompatan kemajuan, kecepatan kita dalam bertindak, kecepatan kita dalam merespon inovasi teknologi, maka kita akan tertinggal, kita akan digulung oleh perubahan itu sendiri.

Oleh karena itu, Dirinya mengajak para Pramuka Ma’arif NU agar jangan pernah puas dengan apa yang telah dicapai.

“Terus pelajari hal-hal yang baru. Temukan hal-hal baru. Praktikkan hal-hal baru yang bisa membawa kemajuan diri kita, umat dan juga Negara Kesatuan Republik Indonesia yang kita cintai,” Pungkasnya.

(jml)

Terpopuler