Industri

Sequislife : Nasabah adalah Aset bagi Perusahaan

ilustrasi

MONITOR, Jakarta - Kepercayaan nasabah merupakan hal penting bagi reputasi perusahaan. Peran ini merupakan tanggung jawab seluruh karyawan, salah satunya adalah front liners yang bertugas di garda depan perusahaan untuk melayani transaksi, pertanyaan, keluhan, dan administrasi nasabah. Pekerjaan ini dikenal dengan customer service.

Paradigma tentang layanan nasabah saat ini telah berubah, nasabah bukan lagi sebagai obyek, karena fokus utama bisnis adalah kepuasan nasabah sehingga perusahaan harus mengenal konsumennya. Wajar saja, berbagai perusahaan berupaya meningkatkan kualitas layanan customer service nya.

Menurut Director and Chief Operating Officer PT Asuransi Jiwa Sequis Life Yeoh Ah Thoo, nasabah adalah aset bagi perusahaan, untuk itu menurutnya Komitmen memberikan pelayanan yang terbaik bagi nasabah merupakan sebuah keharusan.

“Kami menyediakan fasilitas customer service yang dapat dimanfaatkan nasabah untuk mendapatkan informasi sejelas-jelasnya mengenai isi buku polis, pengajuan klaim, informasi produk atau hal lain sehubungan dengan perlindungan asuransi yang telah dibeli oleh nasabah,” papar Yeoh.

Menurut Yeoh, perusahaan asuransi bertanggung jawab untuk memberikan edukasi mengenai polis asuransi nasabah. Data Kuartal I tahun 2017 dari Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), dinyatakan bahwa jumlah pendapatan premi industri asuransi jiwa naik sebesar 25,5% senilai Rp43,17 trilliun dan Total Tertanggung tumbuh sebesar 7,0% sebanyak 59,21 juta orang, yang artinya masyarakat indonesia semakin sadar akan pentingnya asuransi.

Pada semester 1 tahun 2017, PT Asuransi Jiwa Sequis Life mencatat Total Pendapatan Premi (Bruto) sebesar Rp1,53 triliun, tumbuh 1,58% dari Rp1,50 triliun dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

“Kami melihat bahwa dengan meningkatnya jumlah kesadaran masyarakat akan perlindungan asuransi maka perusahaan asuransi pun harus semakin meningkatkan layanannya,” tutur Yeoh.

(jml)