Pemerintahan

Transisi Ekonomi Digital Indonesia dan Klaim Rezim Investasi Pemerintah

Menteri Komunikasi dan Informasi bersama CEO Gojek dan Astra

MONITOR, Jakarta - Pertumbuhan industri digital sangat cepat saat ini, hal tersebut membuat pemerintah terus mengembangkan dan mendorong pertumbuhan industri digital di Indonesia agar lebih mudah. termasuk regulasi yang ada di Indonesia.

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara pemerintah terus melakukan perubahan-perubahan dalam regulasi, hal tersebut bertujuan agar kemudahan investor lebih mudah berinvestasi dalam bidang digital tersebut.

Mwnurut Rudi, Semua ekosistem regulasi di Indonesia harus ada akselerasi terhadap perubahan.

"Pada tahun 2016 pemerintah merevisi daftar negatif investasi dibidang ini khususnya market place, yang awalnya tidak boleh adanya investasi asing kemudian saat ini diperbolehkan." katanya.

Rudiantara beralasan, karena saat Pemerintah saat ini, membuat rezim investasi yang lebih sederhana dan tidak begitu ketat.

Apalagi lanjut Rudi, Indonesia saat ini sedang dalam masa transisi dalam bidang digital. "kita masih transisi dari konvesional ke bisnis model baru, maka itu pemerintah terus mendorong industri digital ini," katanya.

Untuk saat ini, Indonesia baru memiliki 4 unicorn dari target pemerintah 5 unicorn pada tahun 2019.

"kami terus mendorong memiliki unicorn dari berbagai bidang, pada tahun 2019 kami memiliki program next Indonesia unicorn," katanya pada saat acara pengumuman Investasi Astra International kepada Go-Jek.

Tidak hanya itu, Menkominfo juga turut mendorong industri digital bisa go publik.

"Saya juga ceritakan mengenai potensi-potensi kepada OJK dan BEI. Potensi IPO seperti gojek di Indoensia, coba bayangkan jika driver gojek punya saham, sehingga yang memiliki saham ini bukan hanya yang punya uang banyak saja," ungkapnya.

(hen)