Perdagangan

Mentan Kritik 'Kampanye Hitam' Uni Eropa Terhadap Komoditas Sawit Indonesia

Ilustrasi gambar: Kelapa Sawit (pixabay)

MONITOR, Jakarta - Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman mengatakan kampanye negative Uni Eropa terhadap komoditas sawit Indonesia berpotensi mengganggu sumber pencaharian 30 juta penduduk Indonesia yang bergantung pada sektor tersebut.

"Gangguan terhadap sawit akan menyebabkan hilangnya sumber 30 juta penduduk yang dapat memicu kerawanan sosial, yang pada gilirannya dapat mendorong mereka melakukan perambahan hutan dan perusakan lingkungan yang lebih buruk," kata Amran saat bertemu Wakil Mentan Brazil, Alexandre Pontes di Ruang Kerja Mentan, Jakarta, Senin (12/2).

Seperti diketahui, Indonesia telah menyanggupi pemenuhan minyak kelapa sawit (CPO) dalam perdagangan global. Komitmen itu didukung penenaman kembali tanaman sawit seluas ribuan (ha) tanpa menimbulkan deforstasi.

Harusnya, langkah tersebut didukung masyarakat dunia, termasuk Uni Eropa. Namun, 'kampanye hitam' atau kebijakan yang dinilai diskriminatif terhadap kelapa sawit masih diberlakukan oleh Uni Eropa.

Diantaranya yakni dekeluarkannya resolusi dewan di Eropa tentang penggundulan hutan hujan, yang dianggap sebagai pelanggaran terhadap kedaulatan Indonesia dan negara penghasil kelapa sawit lainnya. Karenanya, Komite Lingkungan Parlemen Eropa mengusulkan larangan penggunaan biodisel berbasis minyak kelapa sawit pada 2021.

Melawan hal itu, Presiden Jokowi sebelumnya juga telah meminta Uni Eropa mengakhiri praktik diskriminasi terhadap kela[a sawit Indonesia dan negara lain penghasil CPO. Permintaan tersebut diungkapkan pada acara KTT ASEAN-Uni Eropa di Manila.

(hans)