Peristiwa

Kelompok Tani : Stop Impor Beras, Harga GKP Sedang Baik

Ilustrasi

MONITOR, Pandeglang - Petani di Kabupaten Pandeglang Banten saat ini tengah merayakan panen raya. Hal ini membuktikan bahwa persoalan kenaikan harga beras saat ini bukan karena kurangnya stok pangan atau gagalnya target panen.

Menurut Ketua Kelompok Tani Bina Karya Desa Kadugemblo Kecamatan Kaduhejo Kabupaten Padeglang, Asep Suherman, Ia dan 35 anggotanya akan panen di atas lahan sawah seluas 25 hektar.

Menanggapi rencana Kementerian Perdagangan yang akan mengimpor 500.000 ton beras dari Thailan dan Vietnam, ia menyatakan kecaman kerasnya dan merasa sedih serta khawatir saat panen nanti gabahnya tidak laku.

“Kalau impor nanti saat panen raya gabah banyak harga murah sekali. Saya rugi lagi,” ungkap Asep.

Asep berharap Presiden Joko Widodo kembali mempertimbangkan impor beras tersebut. Ia meminta Presiden Jokowi mendukung petani dengan membeli gabah yang dihasilkan oleh teman-temannya.

“Stop impor beras. Biarkanlah petani menikmati harga GKP (Gabah Kering Panen_red) yang sedang baik ini, toh tidak terlalu lama lagi. Kasihanilah kami,” ujar Asep.

Menurut penuturannya, saat ini harga gabah kering panen di desanya berkisar antara Rp4.600 - Rp4.800/kg. Dipastikan panen juga akan terus berlanjut hingga akhir Januari 2018 ini.

(azn)