Politik

Akankah Gugatan Cerai Ahok Membuat Karir Politiknya Semakin Tenggelam?

Ilustrasi : Ahok dan Veronica Tan

MONITOR - Seminggu berlalu, gugatan cerai Ahok terhadap istrinya, Veronica Tan, masih menjadi bahan perbincangan. Tapi kali ini, yang dibicarakan bukan apa yang menjadi sebab Ahok menggugat cerai istrinya, tetapi terkait karir politiknya ke depan.

Ahok yang diketahui sedang menjalani masa hukumannya untuk kasus penodaan agama, sebenarnya masih memiliki dukungan masyarakat luas. Terbukti, pasca diputus bersalah, masyarakat yang setia mendukung Ahok berbondong mendatangi Balai Kota. Karangan bunga tanda simpati juga menyiratkan dukungan yang serupa.

Tak ayal, polarisasi yang sempat terjadi pada kontestasi pilkada DKI justru mengalirkan dukungan yang secara politis menegaskan bahwa Ahok belum ‘habis’ dalam kancah perpolitikan.

Tak sedikit kalangan yang mengatakan bahwa kasus hukum Ahok terkait penodaan agama diperkirakan tidak akan berpengaruh pada karir politiknya. Kasus hukum selain korupsi dan asusila, seringkali tak terlalu berdampak sentimen negatif dari para pendukung seorang politisi.

Apakah gugatan cerai Ahok kepada istrinya dapat mengeliminasi dukungan terhadap dirinya? Tak berselang lama setelah beredar surat gugatan cerai itu, jagat medsos langsung ramai. Sebagian berharap kabar itu tidak benar, karena sejauh ini rumah tangga Ahok nampak harmonis di mata publik.

Ada warganet yang mengatakan bahwa karir politik Ahok bisa hancur akibat perceraian ini. Sementara yang lain menanggapinya dengan santai, dukungannya terhadap Ahok bukan menyangkut pribadi dan keluarganya, tetapi karena kemampuan Ahok melayani publik dengan baik.

Di samping itu, ‘galak’nya Ahok kepada birokrat dan warga yang kurang disiplin diapresiasi sebagai ketegasan oleh masyarakat. Sehingga, ketika ada perubahan kebijakan terkait penataan PKL di pasar Tanah abang oleh gubernur Anies Baswedan, nama Ahok kembali menyeruak ke publik. Ketegasannya kembali dibanding-bandingkan dengan Anies Bswedan.

Dukungan masyarakat kepada Ahok, terutama warganet, yang meramaikan ranah dunia maya selama ini, dinilai mulai menurun ketika muncul kabar Ahok menggugat cerai istrinya. Masyarakat menilai seseorang yang tidak mampu menjaga keutuhan rumah tangganya dianggap tidak layak memimpin, asumsinya : pada lingkup kecil (keluarga) saja tidak mampu mengayomi, apalagi lingkup yang lebih luas.

Pada konteks yang lain, terdapat juga warga yang tidak mempermasalahkan peristiwa itu. Mereka menilai, Ahok adalah pelayan publik, seperti yang sering digaungkan selama ini. Dan, ia telah dianggap mampu membuktikan dirinya sebagai pelayan masyarakat dengan baik. Soal cerai adalah privasi.

Sementara netizens yang lain tetap berharap ada kemungkinan gugatan cerai itu batal dan ada solusi untuk masalah yang membelit rumah tangga Ahok dan Veronica Tan.

(jml)

Terpopuler